Tentang Dia dan Mereka
***
Kehidupan adalah sebuah cerita yang tertulis indah didalam lembaran kertas, tergoreskan oleh tinta hitam, terbang melayang, dan tertiup hembusan angin. Sebuah cerita tak akan bermakna dan berwarna tanpa adanya peran tokoh dalam cerita. Begitu pula dengan cerita masa-masa kita disekolah kita tak akan bermakna dan berwarna tanpa adanya persahabatan dan cinta. Persahabatan berawal dari teman yang kita ajak berkenalan, hingga saling mengenal dan akhirnya bersahabat. Persahabatan membawa kita ke dunia lain dimana terdapat suatu keceriaan, kebersamaan bahkan dunia penuh masalah
***
Ryu, Hiku, dan Phiyu adalah tiga sahabat disebuah SMP NEGERI KAMPRETEBLE yang favorite, bagus, dan terakreditasi A. Sayangnya banyak murid yang menjelek-jelekkan sekolah ini karena gelar yang disandangnya tidak sesuai dengan apa yang ada didalamnya. Tapi, kalau sudah lulus dari sekolah ini, dijamin kangen deh sama sekolah ini.Ryu adalah cewek yang kadang pendiam kadang ramai (tergantung mood dan situasi). Ryu tidak suka membaca, baca novel aja dia udah gak kuat dan berasa mau muntah-muntah. Kalau lagi iseng, dia baca novel tapi habisnya nunggu satu abad kemudian bahkan dia udah gak mau baca lagi. “Mending baca buku pelajaran dari pada novel tebel-tebel gak jelas” ucap Ryu pada teman-temannya. Cewek yang suka melukis walaupun lukisannya gak bagus-bagus banget ini menurut temen-temennya suka tersenyum, tapi tertawanya aneh bahkan ada teman cowoknya yang berkata kalau suaranya seperti pembantu(Jahat banget). Mungkin karena Ryu pernah drama menjadi pembantu.. Oh ya satu yang perlu diinget lagi dari cewek ini, ia paling ngggak suka sama yang namanya cowok disekolahnya yang sok keren dan caper.
Hiku, adalah cewek pindahan yang cantik, terkenal, dan peminat basket. Tapi semenjak ia suka sama kakak kelas yang pintar bulu tangkis ia jadi ikut-ikutan suka bulu tangkis. Sampai-sampai ia daftar les bulu tangkis bahkan seperti orang kurang kerjaan pinjam buku bulu tangkis di perpustakaan sekolah. Cewek ini udah berkali-kai dapet masalah lho disekolah barunya ini.
Phiyu, Ratu FB alias cewek facebooker ini tidak bisa lepas dari yang namanya FB. Walaupun ia sempat kehilangan FBnya karena diblokir, namun ia tetap bisa menghadapi cobaan yang menimpa FBnya hingga ia bisa kembali memiliki FB dan melakukan kegiatan kesehariannya di FB. Ia mengaku bisa menemukan apapun di FB, salah satunya cowok. Phiyu sering sekali bertengkar dengan adiknya. Tapi walau begitu menurutnya adik sumber inspirasinya.
***
Di dalam kelas…Ryu yang duduk sebangku dengan Phiyu sejenak memandangi mata Phiyu yang sembab.
“Phiyu, kamu kenapa??”
“Gak apa-apa” Jawab Phiyu
“Gak usah bohong, aku tau. Kenapa se???”
“Adikku..”
“Kenapa?? Buat kamu kesal a??? ya udah sabar aja. Biasa…. gak usah dipikir”
Phiyu tersenyum dan kembali menyiapkan al Quran untuk menjalani kebiasaan di sekolahnya yaitu mengaji setiap pagi. Dan jam berikutnya adalah waktunya ulangan Matematika yang diajar oleh guru yang suka maksa, suka buat soal ngawur, semua anak tidak suka bahkan ada yang bilang guru ini seperti nenek sihir. Tapi, Ryu,Hiku dan Phiyu malah menganggap guru ini lucu.
Soal demi soal dikerjakan, semua jawaban berangka koma. Guru ini bener-benar asal kalau buat soal. Semua anak strees hanya bisa berguman sendiri dan menggaruk-garuk kepala. Ulangan telah usai dan murid-murid tak peduli dapat nilai berapa namun yang tergambar jelas di pikran mereka adalah nilai jelek karena soalnya rumit.
Tiba waktunya jam istirahat. Seperti biasa tiga cewek ini shopping makanan dan duduk di gazebo depan kelasnya. Di gazebo itu mereka melepas tawa dan sedih. Biasanya mereka melihat kea arah lapangan yang dipenuhi kakak kelas yang keren-keren. Di gazebo yang letaknya strategis itu mereka saling bercerita dan bergurau..
Hari Jumat, yaitu hari yang ditunggu-tunggu, hari dimana trio GJ ini alias trio gak jelas ini melakukan kegemarannya yaitu hang-out bareng. Jalan-lalan mengitari Jl.Bandung, buat video alias ngerekam-ngerekam gak jelas mejeng dan berfoto-foto ria dengan setting yang lucu-lucu.
“Eh… foto yok…” Kata Phiyu
“Ayo…ayo..” Ujar Hiku
“Dengan senang hati” Sahut Ryu
Tanpa basa-basi mereka langsung tancap gas mengambil alat untuk memotret.
“Disini aja ..lucu ..kelihatan SPBUnya.. kan lucu”
“Ya ayog..”
Setelah puas berfoto mereka melihat hasilnya dan tertawa-tawa gak jelas.
“Eh liat dong hasilnya…” Hiku merebut HP yang ada di tangan Phiyu dengan wajah penasaran terhadap hasil fotonya.
“Haha...lucu-lucu ayo cepet-cepet diinfrared ke hape phiyu biar bisa dimasukin komputer” Sahut Ryu
“Iya…Jangan lupa diupload ke FB yaaa!” Pesan Phiyu seperti biasa yang mengundang senyum Ryu dan Hiku
Mereka pun kembali ke sekolah dengan tampang tak berdosanya melewati anak-anak ekskul jurnalistik. Mereka lupa bahwa di hari Jumat yang terik ini mereka harus mengikuti ekskul jurnalistik. Yah...keasyikan bernarsis ria sih?!
“Hey, gimana ini???”
“Iya wez pura-pura gak tau aja..hha” Kata Ryu dengan sedikit jalan cepat.
Setelah mengambil tas di kelas akhirnya mereka berhasil juga lolos. Tiba-tiba hujan turun, Hiku segera pulang dengan mobil antar jemputnya sedangkan Ryu dan Phiyupun pulang naik angkot yang mereka sebut angkot pribadi karena hanya merekalah yang naik angkot itu. Masih sempat-sempatnya mereka foto didalam angkot dan menyalakan lagu-lagu kesayangan mereka.
“Ayo foto lagi”
“Yog,, aku mau ambil property dulu...” Phiyu merogoh-rogoh tas conversenya yang sudah basah karena terguyur air hujan.
Ryu mengerutkan kening heran, “Property”? Property bangunan maksudmu?”
“Hahaha...ya enggaklah Ryu. Maksudku kacamata bolong.” Phiyu menjulurkan lidahnya sok imut.
Karena ada penumpang yang mau naik, angkot pribadi itupun berhenti. Wajah Ryu dan Phiyu langsung ditekuk karena sebal angkot itu tidak menjadi milik berdua lagi.
“WAhh…. Ada orang nih,,, matiin cepet” (dengan wajah menahan tawa)
“Pengen tak tendang aja ni orang, ngganggu aja” Cetus Ryu sadis.
Beberapa saat penumpang itu turun. Ryu dan Phiyu langsung kembali menyalakan lagu dan kaki diletakkan disembarang tempat. Si supir angkot hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala terlihat dari spion yang ada di dalam.
Sesampainya di rumah, Phiyu mengedit hasil foto tadi dan seperti biasa Phiyu selalu mencantumkan tanggal. Itulah kebiasaan Phiyu. Baginya, hidup itu terdiri dari kenangan dan masa depan. Kemudian mengaploadnya dan membuat catatan di FB. “Aku selau ngasih tanggal soalnya biar ada kenangan di setiap foto dan agar bisa inget selalu foto itu” Begitu pula dengan Ryu yang mengedit fotonya di rumah, sedangkan Hiku belum terlalu suka mengedit foto karena baginya mengedit foto itu menghabiskan waktu dan tidak terlalu penting.
***
Di sekolah…
“Eh, liat deh… di mading itu ada pengumuman.. ada lomba foto”
“Ikut yok…. nyobak-nyobak .aku pengen.”
“Ya wez.. aku udah belajar photoshop lho..” Sahut Hiku mengagetkan Ryu dan Phiyu. Perasaan baru kemaren deh Hiku bilang kalau dia nggak suka ngedit foto.
Akhirnya mereka memutuskan untuk ikut. Mereka sangat semangat dalam penggarapan foto. Sedangkan Hiku sangat menggebu-nggebu ingin belajar photoshop.
“Hei, ayo he belajar photoshop biar bisa ngeditnya bagus” gebu Hiku
Dengan santainya Ryu berkata “Iya se aku juga pengen bisa. Tapi gak apa-apa kalau kita fotonya bagus settingnya lucu dan kelihatan alami gak usah diedit udah bagus.” Komentar Ryu yang diiyakan oleh Phiyu.
***
Satu bulan lagi waktu penyerahan hasil foto. Mereka harus menentukan lokasi yang digunakan untuk pengambilan foto.“Phiyu, dimana ya lokasi yang bagus???” Tanya Ryu
“Di Perumahan Permata Daun aja gimana??? ada tanah kosongnya lho” Sahut Hiku
“Kalo gak gitu di bangunan rumahku yang belum jadi aja… kan lucu. Kalo gak ya di kampusnya ayahku,banyak tamannya, gedungnya, trus disana ada Wi-Finya haaha jadi kita bisa langsung apload.”
“Ya uda deh dibangunan rumahmu aja, kita cari tema yang beda. Temanya tukang ahha“
“deal???”
“deal!!”
Diputuskan juga hari Sabtu mereka memulai untuk mengambil foto. Tapi, tiba-tiba Hiku disuruh mamanya pulang cepet. Ryu kecewa “Lha truz gmna?? Udah mau mepet waktunya..” Ungkapnya dengan kesal. Sebenarnya Hiku ingin sekali ikut dalam tahap pengambilan foto ini, setelah Phiyu dan Ryu mengeluh Hiku mengiklaskan keinginannya itu.
“ Ya udah kalian dulu aja yang foto” jawab Hiku dengan nada bicara tak rela dan membuat Phiyu sedikit kesal
“ Lha kamu.??? Gimana ??”
“Gampang wes. Aku gak mungkin ngelanggar mamaku”
“Bener gak apa-apa???”
“Gak apa-apa kok… daripada aku ngelanggar mamaku nanti jadinya tambah kena masalah kayak waktu itu deh” Ucap Hiku dengan tersenyum agar melegakan hati sahabatnya.
Akhirnya Ryu dan Phiyu sudah mendapatkan foto yang bagus untuk lombanya. Seperti biasa, foto itu dihasilkan dari keisengan Ryu memotret segala sesuatu yang ada disekitar dan itu selalu berkat tindakan pancingan dari Phiyu.
Esoknya Ryu dan Phiyu menunjukkan hasil fotonya pada Hiku. Hiku tertawa karena hasilnya lucu dan bagus Hiku sangat menyukainya “ Bagus sekali reg.. pasti bakalan menang.. aku yakin!!”
“Masak sih???”
“Iya bener deh aku gak bohong”
Saking senangnya dengan foto itu Hiku jadi semangat untuk ngedit. Setelah pulang sekolah ia langsung ambil laptop dan dieditlah foto itu. Setelah diedit Hiku, foto itu akan diedit oleh Ryu dan Phiyu. Berkat kerjasama mereka hasil fotonya benar-benar unik dan belum pernah ada deh pokoknya keren. Tiga minggu perjalanan mereka untuk mempersiapkan lomba foto. Akhirnya dikirimlah hasil foto itu ke redaksi yang menyelenggarakan lomba.
***
Sudah lewat 6 bulan tidak ada kabar dari redaksi itu, bahkan tidak ada pengumuman. Mereka bertiga hanya bisa pasrah dan tawakal. Padahal mereka sudah bekerja keras dalam mengikuti lomba itu. Konflikpun dihadapi mereka saat pengerjaan. Mereka juga sudah sangat optimis akan menang.Namun, penantian yang terlalu panjang membuat mereka gerah. Mereka melupakan smua tentang lomba foto itu. “Lomba foto apa??? Gak tau udah lupa. Gak kita gak penah ikut lomba itu kok” Semprot Ryu saat teringat akan lomba itu. Mereka sekarang yang sudah berada di kelas 9 merasa tidak pantas untuk bersenang-senang menuruti hobinya. Mereka sedang konsentrasi belajar menghadapi UN. Ya, hari-hari mereka mereka isi dengan belajar dan belajar.
Dengan cepatnya UN telah berlalu, sekarang tiba saatnya persiapan wisuda dan perpisahan. Mereka bertiga diminta untuk membuat album kelas. Mereka puas dan lega setelah melampaui UN dan kembali melepas kerinduannya dengan dunia photography dan editor photo. Mereka pun membuat album kelasnya dan sudah tak terbesit di pikiran mereka tentang lomba foto yang telah lalu.
Tepat di hari bahagia dan dcetaknya album wisuda, tiba-tiba Phiyu mendapat e-mail dari redaksi lomba foto bahwa fotonya menang dan akan dijadikan cover majalah RonTien MagaZine. Phiyu teriak kegirangan. Ryu yang bingung berkata “Ada aja seh kamu itu ??? kok kayak orang gila”
“Ryu… foto kita… yang dulu masih inget kan ?? Foto kita menang… rencananya redaksi itu mau buat majalah dan foto kita dijadikan cover majalahnya” Teriak Phiyu kegirangan (sambil memeluk Hiku dan Ryu). Mereka sangat tidak menyangka karena sebelumnya mereka sempat berkhayal ingin membuat majalah dan sampulnya adalah foto hasil editan mereka. “Alhamdulillah usaha kita selama ini…. Aku bilang juga apa….” Ucap Hiku
Tak terasa hari perpisahan mereka sudah dekat, mereka mengajak teman-teman sekelasnya makan-makan untuk merayakan kemenangannya sekaligus perpisahan mereka untuk melanjutkan sekolahnya ke SMA. Entah bagaimanakah kisah mereka selanjutnya di SMA. ^_^
***
® Rona Rofida
9E/25
## ♥ ##


Tidak ada komentar:
Posting Komentar