24/06/13

Tidur Memperkuat Ingatan Anda


Sebagai manusia, kita menghabiskan sepertiga kehidupan kita untuk tidur. Jadi sudah pasti hal tersebut ada maksudnya. Para ilmuwan menemukan bahwa tidur membantu menggabungkan ingatan, merapikannya dalam otak agar supaya bisa diambil kemudian.

Sekarang penelitian baru menunjukkan bahwa tidur juga nampaknya mengorganisir ulang ingatan, mengambil rincian emosional dan mengatur kembali ingatan atau memori untuk membantu anda menghasilkan ide-ide baru dan kreatif, menurut penulis artikel di Current Directions in Psychological Science yang merupakan jurnal Association for Psychological Science.

"Tidur membuat ingatan lebih kuat," kata Jessica D. Payne dari Universitas Notre Dame yang ikut menulis laporan tersebut bersama Elizabeth A. Kensinger dari Boston College. "Tidur juga nampaknya melakukan sesuatu yang saya pikir sangat menarik dan hal tersebut ialah mengorganisir kembali serta merestrukturisasi memori atau ingatan."

Payne dan Kensinger mempelajari apa yang terjadi pada ingatan selama tidur, dan mereka menemukan bahwa seseorang cenderung bergantung pada bagian yang paling emosional dari satu ingatan. Sebagai contoh, jika seseorang ditunjukkan satu pemandangan dengan obyek emosional seperti puing-puing kecelakaan mobil di halaman depan dia cenderung mengingat obyek emosional tersebut daripada obyek lainnya misalnya pohon yang ada di bagian belakang, khususnya jika diuji setelah tidur satu malam. Mereka juga mengukur aktifitas otak selama tidur dan menemukan bahwa bagian-bagian otak yang terlibat dengan penggabungan emosi dan ingatan ternyata aktif.

"Dalam masyarakat kita yang serba cepat, salah satu hal pertama yang tak mendapat perhatian ialah tidur kita," kata Payne. "Saya pikir hal tersebut didasarkan pada kesalahpahaman besar bahwa otak yang tidur tidak melakukan apa-apa." Otak itu sibuk. Tak hanya menggabungkan ingatan, otak juga mengorganisir memori serta memilih informasi yang paling menonjol. Menurutnya ini yang membuat orang-orang memiliki ide-ide kreatif baru.

"Payne melakukan penelitian tersebut dengan sungguh-sungguh. "Saya memberikan kesempatan kepada diri saya untuk tidur selama delapan jam tiap malam. Saya biasanya tidak melakukan hal tersebut sampai saya mulai melihat data saya," katanya. Orang-orang yang mengatakan bahwa mereka akan tidur nanti ketika sudah mati sebenarnya mengorbankan kemampuan mereka untuk memiliki gagasan-gagasan yang baik saat ini, tuturnya. "Kita bisa meloloskan diri dari kekurangan tidur, tapi hal tersebut memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan kognitif kita."

Emosi Otak Dipengaruhi Warna Cahaya

Hasil penelitian menunjukkan bahwa warna cahaya mempengaruhi cara otak memproses rangsangan emosional.

Emosi Otak Dipengaruhi Warna Cahaya



Para peneliti menginvestigasi pengaruh instan cahaya serta komposisi warnanya pada pemrosesan emosional otak dengan menggunakan pencitraan resonansi magnetik fungsional.


Kita semua tahu bahwa hari yang cerah bisa mengangkat suasana hati kita. Namun, mekanisme
otak yang melibatkan pengaruh cahaya sebagian besar masih belum diketahui.

Para peneliti di Pusat Penelitian Cyclotron (Universitas Liege), Pusat Neurosains Jenewa dan Pusat Sains Afektif Swiss (Universitas Jenewa), dan Pusat Penelitian tentang Tidur Surrey (Universitas Surrey) menyelidiki pengaruh instan cahaya serta komposisi warnanya pada pemrosesan emosi di
otak dengan pencitraan resonansi magnetik fungsional. Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa warna cahaya mempengaruhi cara otak memproses rangsangan emosional.

Aktifitas otak para relawan sehat direkam saat mereka mendengarkan "suara marah" serta "suara netral" dan diekspos dengan cahaya biru atau hijau. Cahaya biru tak hanya meningkatkan respon terhadap rangsangan emosional pada "wilayah suara" otak dan pada hipokampus yang penting bagi proses ingatan, tapi juga membawa ke interaksi yang lebih ketat antara wilayah suara yaitu amigdala yang merupakan wilayah kunci pengaturan emosi, dan hipotalamus yang penting bagi pengaturan jam biologis oleh cahaya. Hal ini menunjukkan bahwa pengaturan fungsional otak dipengaruhi oleh cahaya biru.


Pengaruh sensitif pencahayaan pada pemrosesan emosional bisa saja berbeda dengan pengaruhnya yang bertahan lama pada suasana hati, akan tetapi penemuan saat ini pada subyek-subyek sehat memiliki implikasi penting bagi pemahaman kita tentang mekanisme dengan perubahan lingkungan pencahayaan dapat meningkatkan suasana hati, tak hanya dalam terapi cahaya untuk gangguan suasana hati, tapi juga dalam kehidupan keseharian kita dengan lebih memperhatikan pencahayaan di rumah dan di tempat kerja kita.


Penemuan ini dipublikasikan di
Proceedings of the National Academy of Science.

Suara Pesawat Terbang Buruk Bagi Kesehatan


Tinggal di bawah jalur penerbangan di mana pesawat bergemuruh di atas kepala anda bisa membahayakan jantung anda, menurut penelitian baru.

Suara Pesawat Terbang Tidak Baik Untuk Kesehatan

Para peneliti menemukan bahwa kematian yang disebabkan serangan jantung lebih lazim ditemukan pada orang-orang yang banyak terekspos dengan suara pesawat terbang.

"Pengaruh tersebut terlihat jelas khususnya bagi orang-orang yang terekspos dengan tingkat bunyi atau kebisingan yang sangat tinggi dan tergantung pada berapa lama orang-orang tersebut tinggal di tempat gaduh tersebut," kata peneliti Matthias Egger dari Universitas Bern.

Ini bukanlah merupakan studi pertama yang menghubungkan efek negatif kesehatan termasuk resiko kardiovaskular bagi mereka yang tinggal di dekat jalur penerbangan.

Akan tetapi studi ini bisa membantu menentukan apakah kebisingan tersebut yang memang merupakan pengaruh utama, atau hal-hal lain yang ada bersama suara tersebut seperti polusi atau pencemaran udara.

"Sudah menjadi permasalahannya bahwa ketika anda memperhatikan kebisingan lalu-lintas jalan, ada tingkat kegaduhan tinggi sekaligus tingkat polusi udara yang tinggi juga," kata Egger.

"Dengan memperhatikan bandar-bandar udara, kita ada dalam posisi untuk menguraikan pengaruh-pengaruh ini."

Egger dan para koleganya mengidentifikasi 15.532 kematian karena serangan jantung di antara 4,6 juta penduduk Swiss antara tahun 2000 dan akhir tahun 2005 dengan menggunakan rincian informasi dari studi kematian berkesinambungan yang disebut the Swiss National Cohort.

Catatan serta data lingkungan dari pemerintah membantu tim tersebut menentukan jarak tempat tinggal para penduduk dari bandar-bandar udara dan jalan-jalan utama, begitu juga dengan tingkat relatif materi partikulasi di sekitarnya.

Hal ini memperkenankan para peneliti untuk menunjukkan dengan tepat eksposur suara pesawat terbang dan polusi udara bagi tiap individu selama periode 15 tahun atau lebih.

Setelah memperhitungkan polusi udara dan faktor-faktor lainnya termasuk pendidikan dan tingkat penghasilan, tim peneliti tersebut menemukan bahwa dua-duanya tingkat dan durasi suara pesawat terbang meningkatkan resiko serangan jantung yang mematikan.

Orang-orang yang terekspos dengan suara kebisingan harian rata-rata sekurang-kurangnya 60 desibel memiliki 30 persen resiko kematian karena serangan jantung ketimbang mereka yang terekspos kurang dari 45 desibel, menurut laporan para peneliti yang dipublikasikan di jurnal Epidemiologi.

Mereka yang terekspos dengan tingkat desibel yang lebih tinggi selama 15 tahun atau lebih, resikonya 50 persen lebih tinggi.

"Mengukur eksposur menjadi rumit dikarenakan fakta bahwa suara pesawat terbang hanya sebentar-sebentar dan untuk sementara waktu dapat melonjak di atas 100 desibel jika anda dalam posisi dekat dengan pesawat yang akan tinggal landas atau mendarat," kata Egger.

Akan tetapi rata-rata 60 desibel ialah yang anda perkirakan pada ukuran tingkat suara yang ramai.

Tinggal di rumah yang berjarak sekitar 100 meter dari jalan utama juga meningkatkan resiko serangan jantung tapi para peneliti tidak menemukan dampak partikulasi polusi udara terhadap jantung.

Egger mengatakan bahwa lalu-lintas jalan serta udara menghasilkan pola-pola suara berbeda yang mungkin tak mudah untuk diperbandingkan karena suara lalu-lintas jalan lebih konstan dan mungkin lebih gampang untuk dibiasakan.

"Suara kegaduhan memang memiliki pengaruh pada kesehatan dan penting bagi kita untuk memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai hal ini," katanya sambil menambahkan bahwa penelitian lanjutan diperlukan.

Para peneliti mengusulkan bahwa pengukuran lebih jauh bisa disertakan untuk melindungi orang-orang dari kebisingan misalnya pembatas bunyi yang mengontrol kecepatan dan volume lalu-lintas serta penyekatan rumah yang lebih baik.